Double tape sering dipakai untuk merekatkan berbagai benda tanpa paku, sekrup, atau lem cair. Karena penggunaannya sangat beragam, muncul pertanyaan apakah double tape tahan air ketika dipasang di area lembap, terkena percikan, atau digunakan di luar ruangan.
Ketahanan terhadap air menjadi hal penting ketika tape dipakai pada permukaan yang berpotensi terkena kelembapan. Namun, performanya tidak cukup dinilai dari sebutan “double tape” saja. Ada beberapa karakteristik produk dan kondisi aplikasi yang perlu diperhatikan sebelum menentukan jenis yang tepat.
Apakah Double Tape Tahan Air?
Tidak semua double tape memiliki ketahanan air yang sama. Produk tertentu memang dibuat dengan konstruksi dan adhesive yang mendukung ketahanan terhadap air, sedangkan produk lain lebih ditujukan untuk penggunaan umum pada kondisi yang relatif kering. Oleh karena itu, klaim tahan air sebaiknya dilihat berdasarkan spesifikasi produk, bukan hanya berdasarkan jenis double tape.
Pada produk tertentu, double tape foam dengan adhesive acrylic bahkan dapat memiliki hasil pengujian waterproof berdasarkan IPX7. Pengujian tersebut dilakukan pada kondisi tertentu, termasuk perendaman selama 30 menit pada kedalaman 1 meter. Artinya, ketahanan tersebut merupakan karakteristik produk yang diuji, bukan bukti bahwa seluruh double tape aman direndam. Produk acrylic foam tertentu lainnya juga memiliki klaim waterproof hingga IPX8.
Istilah tahan air juga perlu dibedakan dari sekadar mampu digunakan pada lingkungan lembap. Tape yang tetap merekat ketika terkena kelembapan belum tentu dirancang untuk terendam atau terus-menerus terkena air. Oleh karena itu, tingkat paparan air harus disesuaikan dengan kemampuan produk.
Selain melihat istilah waterproof, perhatikan juga konteks pengujiannya. Kode seperti IPX7 atau IPX8 merujuk pada kondisi pengujian tertentu dan tidak berarti tape akan mempertahankan daya rekat tanpa batas pada semua permukaan. Hasil di lapangan dapat berbeda karena bentuk sambungan, tekanan pemasangan, jenis substrat, suhu, serta kondisi setelah pemasangan.
Untuk kebutuhan rumah tangga, kelembapan ringan dan percikan air mungkin tidak menuntut spesifikasi yang sama dengan aplikasi yang terus-menerus terpapar air. Pada pekerjaan industri, pertimbangannya dapat lebih ketat karena tape mungkin menghadapi perubahan suhu, getaran, bahan kimia, atau paparan lingkungan dalam waktu lama.
1. Jenis Adhesive

Adhesive menjadi bagian utama yang menentukan bagaimana tape mempertahankan ikatan dengan permukaan. Acrylic adhesive banyak digunakan pada produk yang membutuhkan daya rekat dan ketahanan lingkungan tertentu. Namun, adhesive acrylic tidak otomatis membuat semua double tape menjadi waterproof. Formulasi, carrier, dan konstruksi produk tetap menentukan performanya.
2. Bahan Backing atau Carrier

Lapisan pembawa pada double tape dapat berupa tissue, foam, PE foam, acrylic foam, atau material lainnya. Bahan tersebut memengaruhi fleksibilitas, ketebalan, kemampuan mengikuti kontur, dan karakteristik penggunaan tape.
PE foam atau acrylic foam tertentu memang tersedia untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan air. Namun, material yang sama belum tentu mempunyai performa identik karena formulasi adhesive dan konstruksinya bisa berbeda.
3. Struktur Tape

Konstruksi keseluruhan tape juga berpengaruh. Tape yang memiliki kemampuan sealing dapat membantu mengurangi masuknya air pada area sambungan. Beberapa acrylic foam tape untuk aplikasi khusus bahkan dirancang dengan kemampuan sealing dan waterproof yang tinggi.
Oleh karena itu, ketebalan tape saja tidak bisa dijadikan patokan. Tape yang lebih tebal belum tentu lebih tahan air jika adhesive dan konstruksinya tidak ditujukan untuk kondisi tersebut.
4. Kondisi Permukaan dan Pemasangan

Permukaan yang akan ditempeli perlu diperhatikan. Debu, minyak, air, atau kontaminan lain dapat mengganggu kontak adhesive dengan permukaan. Banyak produk juga mensyaratkan permukaan yang bersih dan kering sebelum pemasangan.
Tekanan saat aplikasi dan luas bidang yang direkatkan turut berpengaruh terhadap hasil akhir. Jadi, produk dengan spesifikasi baik sekalipun dapat mengalami penurunan performa jika dipasang pada permukaan yang tidak sesuai.
Jenis Double Tape dan Ketahanan terhadap Air
Karakteristik tiap jenis tidak bisa disamaratakan. Secara umum, beberapa jenis yang sering ditemui adalah:
- Double tape tissue: menggunakan carrier berbahan tissue atau non-woven dan umum dipakai untuk laminasi serta kebutuhan pemasangan ringan. Ketahanan air bergantung pada adhesive dan konstruksi produk. Bahkan double tape tissue tertentu dapat memiliki water resistance, sehingga performanya tetap harus dilihat dari spesifikasi produk.
- Double tape foam: menggunakan lapisan foam yang dapat membantu mengikuti ketidakteraturan permukaan. Ketahanan terhadap air bergantung pada bahan foam, adhesive, dan desain tape.
- Double tape PE foam: menggunakan polyethylene foam. Produk tertentu dibuat dengan adhesive dan konstruksi yang memberikan ketahanan air lebih baik, tetapi spesifikasi masing-masing tetap perlu diperiksa. Beberapa produk PE foam waterproof bahkan memiliki pengujian IPX7.
- Double tape acrylic foam: menggunakan acrylic foam dan umumnya ditujukan untuk aplikasi dengan tuntutan performa lebih tinggi. Beberapa produk memiliki kemampuan sealing dan waterproof yang telah diuji.
- Double tape dengan adhesive khusus: dibuat untuk kebutuhan tertentu sehingga karakteristiknya mengikuti formulasi dan tujuan aplikasinya. Data teknis produk menjadi acuan utama.
Dengan demikian, nama jenis hanya memberikan gambaran awal. Untuk aplikasi yang berhubungan dengan air, periksa keterangan seperti water resistant, waterproof, moisture resistance, atau hasil pengujian yang tercantum pada spesifikasi produk.
Pilih Double Tape Sesuai Kebutuhan dan Kondisi Penggunaan
Pemilihan double tape sebaiknya dimulai dari kondisi nyata di lokasi pemasangan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Tingkat paparan air: tentukan apakah tape hanya berada di ruangan lembap, terkena percikan, sering terkena air, atau membutuhkan perlindungan terhadap perendaman.
- Material permukaan: kaca, logam, plastik, kayu, dan material lainnya dapat memberikan hasil rekat yang berbeda.
- Beban benda: sesuaikan kemampuan adhesive dengan berat dan ukuran benda yang akan dipasang.
- Lingkungan penggunaan: pertimbangkan kelembapan, suhu, sinar matahari, dan kondisi lain yang dapat memengaruhi adhesive.
- Durasi pemakaian: kebutuhan untuk pemasangan sementara tidak selalu sama dengan aplikasi jangka panjang.
- Spesifikasi produk: gunakan technical data sheet atau rekomendasi penggunaan sebagai dasar, terutama jika aplikasi membutuhkan ketahanan air tertentu.
Double Tape dari PT Azas Cahaya Utama
PT Azas Cahaya Utama menyediakan berbagai jenis double tape dengan bahan dan kegunaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi. Pilihan produk dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda, sehingga jenis tape sebaiknya ditentukan berdasarkan material, kondisi lingkungan, dan tingkat daya rekat yang diperlukan.
Harga ditawarkan terjangkau dengan pembelian langsung dari pabrik. Produk dapat dikirim ke seluruh Indonesia dengan aman, sementara pembelian dalam jumlah partai bisa mendapatkan harga khusus. Untuk kebutuhan tertentu, informasi mengenai jenis dan spesifikasi double tape dapat dikonsultasikan sebelum melakukan pemesanan.





